1. Manusia Super Update
Kapanpun dan di manapun selalu update status. Statusnya tidak terlalu panjang tapi terlihat bikin risih, karena hal-hal yang tidak terlalu penting juga dipublikasikan.
Contoh : "Lagi makan di restoran A..", "Dalam perjalanan menujuneraka..", "Saatnya baca koran..", dan sebagainya.
2. Manusia Melankolis
Biasanya selalu curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar dari teman-temannya atau hanya sekedar menuangkan unek-uneknya ke facebook. Biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan solusi yang terbaik kepada yang lain.
Contoh : "Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain..", "Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima kasih kamu sudah sayang ama aku selama ini..".
3. Manusia Tukang Ngeluh
Pagi, siang, malem, semuanya selalu ada aja yang dikeluhkan.
Contoh : " Jakarta maceeet..!! Panas pula..", "Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!", "Males ngapa2in.. cape hati gara2 si do' i..", dsb.
4. Manusia Sombong
Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel.
Contoh : "Otw ke Paris ..!!", "BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku mandiin ya sayang..", "Duh, murah-murah banget belanja di Singapur, bow,"
5. Manusia Puitis
Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata-kata mutiara, tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas pesan tersembunyinya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan.
Contoh : "Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila saling berpelukan", "Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan sinar matahari dari kedua sisi", "Jika kau hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup tanpamu".
6. Manusia in English
Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis, sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan mengatakannya dalam bahasa Inggwis gicyu Low..
Contoh : "Tie and Chair..", "I can tooth, you Pink sun.." dsb..
7. Manusia Lebay
Updatenya selalu bertema 'gaul' dengan menggunakan bahasa dewa.. ejaan yang dilebaykan..
Contoh.." met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah... xixiixi" << lol~
8. Manusia Terobsesi
Mengharap tapi ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat-dapat.
Contoh : "duwh... sesi pemotretan lagi! cape..."
9. Manusia Sok Tau
Sotoy tenarnya. Padahal dia sendiri tidak tahu apa yang ditulisnya.
Contoh : "Pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla..bla...bla,"
10. Bioskop Mania
Update film yang abis ditonton dan kasih comment..
Contoh : "ICE AGE 3..Recomended! !", "Transformers 2 mantab euy.."
11. Manusia pedagang
Contoh: "jual sepatu bla bla bla"
12. Manusia penyuluh masyarakat
Contoh: "jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla"
13. Manusia Alay
Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya biasa aja, hanya saja kosakata nya ga lazim seperti bahasa alien.
Contoh:Alay 1 : "DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!"
Alay 2 : "km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa? "
Alay 3 : "Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!"(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp..saya pribadi juga mikirdulu buat nulis ini, walaupun jadinya kurang mirip sama yg aslinya..)
14. Tipe Hidden Message
Tipe ini biasanya tidak to the point, tapi tentunya punya niat biar orang yg dituju membaca nya. (bagus kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu) padahal kan bisa langsung aja sms ya..
Contoh : "For you my M***, I can' t live without you..you are my bla bla bla..","Heh, cewe bajingan..ngapain lo deket2in co gw?! kyk ga laku aja lo.." (padahal ce tersebut tidak ada dalam jaringannya. . mana bisa baca...:p)
15. Tipe Misterius
Tipe yang biasanya bikin banyak orang bertanya tanya atas apa maksud dari status orang tersebut..Biasanya dalam suatu kalimat membutuhkanSubjek + Predikat + Objek + Keterangan. Tapi orang tipe ini mungkinhanya mengambil beberapa atau malah hanya 1 saja..Dan pastinyamengundang kontroversi.
Contoh : "Sudahlah.." , "Telah berakhir.." (apanya??),"Termenung.. ." (so what gitu, loh)
Kalian ngikut yang mana???
----------------------------------
dikutip dari:
http://www.facebook.com/pages/Pusat-Humor-Indonesia-PHI-The-Official-Groups/243165220614
Categories
- Humanitarian World's (3)
- Inspiring Articles (3)
- InterMezzo (5)
- Management Concepts (2)
- Marketing Tips (3)
- Opinion (1)
- Personal Sharing (2)
Friday, September 18, 2009
Thursday, May 28, 2009
Happiness is in your hand…

“Not what you have, but what you see; Not what you see, but what you choose; Not what seems fair, but what is true; Not what you dream, but what you do; Not what you take, but what you give; Not as you pray, but as you live. These are the things that mar or bless The sum of human happiness.” – unknown source
Mungkin seringnya kita sebagai manusia menjalani kehidupan ini, bukan berdasarkan apa yang pada dasarnya harus ditentukan oleh diri kita sendiri. Baik itu sebagai standar, strategi, ekspresi maupun yang terbaik yang dapat dirasakan oleh diri sendiri.
Begitu banyak hal yang kita jalani, baik disadari ataupun tidak disadari adalah ‘bukan’ diri kita sendiri. Kita berjalan berdasarkan apa yang orang lihat, apa yang pihak lain inginkan, hal yang berhubungan dengan pendapat orang lain. Dan lain sebagainya, yang begitu kita yakini bahwa apa yang orang lihat di kita, jika menurut mereka baik, maka baik lah untuk diri kita. Lalu, jika sudah demikian… diri kita layaknya ‘alien’ hidup yang berjalan, yang merasa dan mengalami kebahagiaan-kebahagiaan semu.
Kebahagiaan yang sejatinya, sebenar-benarnya bukanlah milik kita sepenuhnya. Tidak 100% apalagi 50%. Justru yang kebahagiaan yang kita jalani adalah milik orang-orang di sekeliling kita yang begitu menentukan bagi diri kita sendiri.
Mungkin kita terlalu takut untuk berjuang dan memiliki kebahagiaan diri kita yang sejati. Takut akan pendapat, pandangan atau bahkan pikiran yang berujung pada perbuatan-perbuatan orang lain pada diri kita. Kita menjadi takut untuk berdiri dengan teguh di kaki kita sendiri. Semua hal yang kita lakukan berdasarkan topangan dari pandangan positif atau berdasarkan cemoohan atau pergunjingan yang keluar dari pihak-pihak lain.
Kebahagiaan sejatinya ada dalam diri kita sendiri. Jika bukan ada di tangan kita, siapa lagi yang paling mengetahui apa yang membuat kita bahagia. Bahagia adalah bersyukur…bukan meributkan apa yang sudah atau belum kita miliki. Kebahagiaan adalah bagaimana kita mengatur cara pandang kita terhadap apa yang telah kita miliki sekarang. Menjadikannya begitu berharga dan berarti.
Kebahagiaan, bukanlah apa impian-impianmu atau apa isi doa-doamu setiap malam kepada Yang ESA. Namun, beyond on those things…kebahagiaan adalah apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan impian-impian dalam kehidupan kita ini, yang terangkum dalam alunan indahnya sebuah doa yang disampaikan setiap malamnya…atau bahkan setiap nafas yang kita hembuskan.
Apa yang kita bisa beri, dari kekurangan yang kita miliki, sehingga membuat orang lain atau pihak lain begitu merasa dihargai, dihormati, disayangi, dan diperhatikan…menjadikan sesama merasa “ADA”.
Kebahagiaan bukan ditangan orang tua kita, bukan ditangan saudara kita, bukan ditangan sahabat kita, bukan ditangan anak kita, bukan ditangan suami atau istri kita. Kebahagiaan ada di tangan kita sendiri. Usaha untuk menyingkapi kebahagiaan sejati itulah yang memerlukan usaha cukup keras dan tidak mudah.
Maka, pada akhirnya pun semua kembali pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah siap…sudah mantap…dan sudah pada waktu yang tepat untuk mengejar dan mengalami kebahagiaan diri sendiri…
Jangan berputus asa…bergerak maju, dan hiduplah pada jalan bahagia itu sendiri!
Semoga meng-inspirasi…
- am-
------------------------------
dikutip dari:
Happiness is in your hand…
by Afra Mayriani, 2009
source: http://www.aframayriani.wordpress.com/2009/02/13/happiness-is-in-your-hand/
Labels:
Inspiring Articles
Wednesday, February 25, 2009
Pemuda Indonesia...
Dalam sebuah acara pembukaan konferensi pemuda internasional, panitia memperkenalkan setiap delegasi dan secara spontan mengomentari penampilan fisik dan busana mereka...
Giliran pertama delegasi dari Jepang
MC: luar biasa, saat kita semua berpikir ttg Jepang, kita semua mengira akan berdiri sekelompok pemuda berpakaian khas ala kutu buku dan ilmuwan, tapi kalian tampil spt tokoh film animate, berani tampil beda....!!!, peserta memberikan applaus yg meriah
Giliran kedua delegasi dari China
MC: luar biasa, kalian mengingatkan saya kpd film kungfu dan barongsay, penampilan kalian ethnical sekali....!!! peserta memberikan applaus yg meriah
Giliran ketiga delegasi dari Arab Saudi
MC: luar biasa, kawan2 inilah calon2 seikh dan raja minyak masa depan...!!!, peserta memberikan applaus yg meriah
Giliran keempat delegasi dari Perancis
MC: luar biasa, seperti melihat para top model dunia hadir di sini...!!! peserta memberikan applaus yg meriah
Giliran kelima delegasi dari Indonesia
MC: Bapak2 mohon maaf, kami mempersilahkan delegasi pemuda Indonesia untuk berdiri, bukan perwakilan Kedubes Indonesia
Ketua Delegasi Indonesia (kesal): Mas, kamilah delegasi pemuda Indonesia...
MC: ???@@@!!!** (sambil geleng2 kepala berkata dalam hati: apakah bangsa ini dikutuk Tuhan sampai2 para pemudanya tampak seperti orangtua?)
----------------
by: Kang Deni
http://www.deni-ds.com
Giliran pertama delegasi dari Jepang
MC: luar biasa, saat kita semua berpikir ttg Jepang, kita semua mengira akan berdiri sekelompok pemuda berpakaian khas ala kutu buku dan ilmuwan, tapi kalian tampil spt tokoh film animate, berani tampil beda....!!!, peserta memberikan applaus yg meriah
Giliran kedua delegasi dari China
MC: luar biasa, kalian mengingatkan saya kpd film kungfu dan barongsay, penampilan kalian ethnical sekali....!!! peserta memberikan applaus yg meriah
Giliran ketiga delegasi dari Arab Saudi
MC: luar biasa, kawan2 inilah calon2 seikh dan raja minyak masa depan...!!!, peserta memberikan applaus yg meriah
Giliran keempat delegasi dari Perancis
MC: luar biasa, seperti melihat para top model dunia hadir di sini...!!! peserta memberikan applaus yg meriah
Giliran kelima delegasi dari Indonesia
MC: Bapak2 mohon maaf, kami mempersilahkan delegasi pemuda Indonesia untuk berdiri, bukan perwakilan Kedubes Indonesia
Ketua Delegasi Indonesia (kesal): Mas, kamilah delegasi pemuda Indonesia...
MC: ???@@@!!!** (sambil geleng2 kepala berkata dalam hati: apakah bangsa ini dikutuk Tuhan sampai2 para pemudanya tampak seperti orangtua?)
----------------
by: Kang Deni
http://www.deni-ds.com
Wednesday, February 18, 2009
Dibuat Gampang Aja...
Dalam sebuah pelatihan manajemen mutu ISO 9001 - 2008, trainer menugaskan semua peserta membuat flowchart di tempat mereka bekerja. Setiap peserta diminta mengoreksi pendapat sebelumnya dan memberikan saran, tak terkecuali juga Dion yang saat itu ikut pelatihan tersebut.
Peserta dari bank: flowchart itu harus menjelaskan details tahapan kerja dan limit transaksinya (maklum bank)
Trainer: bagus, selanjutnya yang dari perusahaan minyak, silahkan...
Peserta dari perusahaan minyak: betul itu, tapi anda lupa memasukkan aspek keselamatan kerja, harus itu
Trainer: fokus pada keselamatan kerja ya mas, coba pendapat pegawai akuntan publik, bagaimana?
Peserta dari akuntan publik: anda berdua betul, tapi melupakan fungsi pemeriksaan untuk mencegah penyimpangan prosedur
Trainer: mentang2 akuntan publik, bawaannya curiga melulu, saya mau tahu pendapatnya orang yang bekerja di perusahaan Jepang, bagaimana?
Peserta dari perusahaan Jepang: kita harus menggunakan checklist dalam setiap proses pekerjaan, agar hal2 yang anda semua katakan bisa terlaksana
Trainer: luar biasa, semuanya saling melengkapi!, nah sekarang giliran pak Dion mengemukakan pendapat, silahkan…
Dion: menurut saya kalian ini complicated, proses kerja itu cuma bikin proposal, cek budget, belanja, distribusikan, selesai, gak perlu pake2 flowchart kayak begini, segala sesuatu itu dibuat gampang aja!
Trainer (agak kesal): maaf pak Dion, anda dari perusahaan atau institusi apa?
Dion: saya pegawai NGO's
Peserta lain dan Trainer(serempak): oooooo pegawai NGO's ya?... pantesan cuy!!!, (gubrak)
-----------------------------------
Copyright by Deni Danasenjaya, 2009
-----------------------------------
Peserta dari bank: flowchart itu harus menjelaskan details tahapan kerja dan limit transaksinya (maklum bank)
Trainer: bagus, selanjutnya yang dari perusahaan minyak, silahkan...
Peserta dari perusahaan minyak: betul itu, tapi anda lupa memasukkan aspek keselamatan kerja, harus itu
Trainer: fokus pada keselamatan kerja ya mas, coba pendapat pegawai akuntan publik, bagaimana?
Peserta dari akuntan publik: anda berdua betul, tapi melupakan fungsi pemeriksaan untuk mencegah penyimpangan prosedur
Trainer: mentang2 akuntan publik, bawaannya curiga melulu, saya mau tahu pendapatnya orang yang bekerja di perusahaan Jepang, bagaimana?
Peserta dari perusahaan Jepang: kita harus menggunakan checklist dalam setiap proses pekerjaan, agar hal2 yang anda semua katakan bisa terlaksana
Trainer: luar biasa, semuanya saling melengkapi!, nah sekarang giliran pak Dion mengemukakan pendapat, silahkan…
Dion: menurut saya kalian ini complicated, proses kerja itu cuma bikin proposal, cek budget, belanja, distribusikan, selesai, gak perlu pake2 flowchart kayak begini, segala sesuatu itu dibuat gampang aja!
Trainer (agak kesal): maaf pak Dion, anda dari perusahaan atau institusi apa?
Dion: saya pegawai NGO's
Peserta lain dan Trainer(serempak): oooooo pegawai NGO's ya?... pantesan cuy!!!, (gubrak)
-----------------------------------
Copyright by Deni Danasenjaya, 2009
-----------------------------------
Saturday, February 14, 2009
NGO's watch... adakah itu?

Dear All...
Sebagai pekerja NGO's, jujur saya sedih melihat praktek2 menyimpang di internal NGO's (ilustrasi berdasarkan realita), seperti:
1. Korupsi; Kang Adun memanipulasi laporan kegiatan proyek, menambah2i jumlah beneficiary program, mark up budget dll untuk keuntungan pribadi.
2. Kolusi; Kang Adun ditugaskan membuat proposal program bantuan, ada barang yg harus dibeli lewat tender, dibocorkan datanya ke rekanan kenalannya, pas di tender ya pasti menang, walaupun harganya sudah di mark up gak karuan.
3. Nepotisme rekrutmen; project manager kang Adun, maka program officer, bagian administrasi pembelian hingga supir diisi oleh saudara2 Kang Adun, padahal ini organisasi internasional bukan perusahaan milik mbah buyutnya Kang Adun.
Alhasil, 2 tahun bekerja sbg project manager NGO's yg bergaji 10 juta sebulan, Kang Adun bisa memiliki tabungan (mendekati) jumlah Rp. 1 milyar, 2 mobil baru, rumah baru dan (mungkin) kawin lagi berkat korupsi budget. Tak itu saja Kang Adun jadi pahlawan keluarga dan memperoleh "Family Award" karena berhasil memberantas pengangguran dgn mempekerjakan 5 saudaranya di kantor dan menitipkan 10 saudara2 lainnya di perusahaan2/mitra organisasi. Kang Adun juga menjadi figur yg disegani kalangan pengusaha krn kerap memberikan proyek yg menjanjikan keuntungan di atas 100%.
Akhirnya praktek menyimpang kang Adun diketahui Head Quarter di Eropa sana, lalu internal audit datang memeriksa kang Adun, terbukti sah melanggar dan dipecat secara tidak hormat. Head Quarter tidak berani melaporkan kang Adun ke polisi krn bisa merusak citra NGO's tsb di Indonesia, worldwide, dan juga (terutama) donor.
Kantor NGO's tsb akhirnya hanya bisa memecat Kang Adun dan 5 saudaranya serta menyita mobil pribadinya, itu saja....
Pasca pemecatan Kang Adun dan keluarganya, NGO's tsb beroperasi secara "accountable and transparent", tapi sayangnya tak lebih dari 1 tahun. Memasuki tahun kedua, kisah "sukses" kang Adun di "copy paste" pegawai2 lainnya, mereka menduplikasi aksi mencuri hak fakir miskin, anak yatim-piatu, dan korban bencana demi keuntungan pribadi sambil melakukan tugas2 kemanusiaan.
Kang Adun merasa sakit hati dan takut?
Kang Adun hidup bahagia bersama uang hasil rampokannya yg bisa bernilai puluhan juta, ratusan juta atau bisa jadi mencapai nilai milyaran rupiah selama 2 tahun bekerja, berdiam di suatu tempat, mungkin dia lagi baca blog saya sekarang.. hehehe... apa kabar kang Adun? :)
Kang Adun merasa berdosa?
Boro2!, lalu visi, misi, cita2 luhur organisasi untuk memberantas kemiskinan serta korban bencana, bagaimana donk?. "Mereka kan sudah dapat haknya, dibantu & dikasih gratis kok protes" demikian agrumentasinya, gak takut dosa?, "itu urusan saya dengan Tuhan" sahut kang Adun lagi.
Kurang professionalnya local management dan lemahnya pengawasan, serta tidak adanya law enforcement membuat lakon ini terjadi di kantor2 NGO's international yg beroperasi di Indonesia. Bagaimana kita semua menyikapi hal ini?, terus terang kami yg berusaha bekerja sesuai tugas menjalankan amanah donor untuk membantu sesama, merasa miris melihat hal2 ini dipertontonkan di depan mata kami oleh sesama saudara sebangsa dan setanah air di hadapan orang2 asing yg mewakili donor...
Adakah NGO's watch di Indonesia?, kami mau laporan nih...
(di intisarikan dari diskusi hati nurani via japri antar pekerja NGO's)
Wassalam
Kang Deni
http://www.deni-ds.com
Labels:
Humanitarian World's
Wednesday, February 11, 2009
Ketawa-ketiwi ala NGO's part 2
Tumben gak minta
Siska sore itu ditugaskan oleh Dion untuk berbelanja paket bantuan tambahan untuk korban banjir, setelah semua terbeli maka siska menemui kasir toko tersebut.
Siska: mbak tolong dipacking semua lalu dimasukkan ke dalam mobil di depan ya
Kasir: tentu mbak, maaf ini total tagihannya, ngomong2 mbak ini beli untuk apa kok banyak sekali?
Siska: untuk bantuan korban banjir, saya bekerja di NGO’s…..
Kasir : oooo, temannya pak Dion ya, beliau juga sering belanja di sini, (sambil menghitung di mesin kasir), ini totalnya mbak, ini bon asli dan ini bon kosong
Siska: (mengeluarkan uang) ini mbak, kok pake ngasih bon kosong segala buat apa?
Kasir: (kaget) tumben gak minta, temen mbak yg suka belanja di sini biasanya malah minta duluan
Siska: OMG...(!!!???)
------------------------------
Tamu Sok Borju
Sore itu Siska staff Dion menemani tamu dari kantor pusat untuk membeli oleh2 sebelum dia pulang ke negaranya.
Tamu: Dear Siska, saya dengar ada pusat grosir yang barangnya bagus2 dan murah, betul itu?, saya mau borong oleh2 untuk kawan2 di kantor pusat dan keluarga saya
Siska: betul boss, namanya Mangga Dua dan Tanah Abang
Tamu: kalo begitu mari kita ke sana sekarang
Lalu Siska, tamu dan driver kantor melaju menuju Mangga Dua untuk berbelanja, keliling2 Mangga Dua sampai pegal tak ada satupun barang yang dibeli.
Tamu: Siska, di sini barangnya jelek2 dan gak bagus, katanya pusat grosir terbesar kok begini saya kecewa, kalo yang satunya jauh lebih bagus atau sama saja?
Siska: ke Tanah Abang aja kalo begitu, mallnya masih baru jadi bisa nyaman belanja
Lalu mobil mereka menuju pusat grosir Tanah Abang yang masih gress bangunannya, mereka kembali berkeliling2 dari satu counter ke counter lainnya, tapi tetap saja tak ada baju yang cocok untuk dibeli.
Tamu: Siska, kamu bilang ini pusat grosir terbaru, terlengkap dan terbaik dibanding yang tadi, tapi sama saja dengan pasar kaget di Europe sana ini, ya sudah saya belanja di airport saja kalo begitu, mari kita pulang.
Saat keluar dari Tanah Abang, mereka melihat banyak pedagang kaki lima berjualan di depan pusat grosir Tanah Abang.
Tamu: Siska, ini pasar apa, kok ramai sekali?
Siska: itu istilah disini pedagang emperan alias PKL, barang yang dijual sebenarnya sama saja dengan yang di mall tapi jauh lebih murah harganya, mau lihat brother?
Tamu; yuk kita lihat, ini very unique market and very interesting!
Lalu mereka berhenti di pinggir jalan dan berkeliling2 melihat barang dagangan PKL, tamu Siska kemudian memborong begitu banyak pakaian di pedagang kaki lima untuk oleh2. Puas berbelanja merekapun kembali ke mobil .
Tamu: Siska, i'm very happy, its nice and great shopping!, you see?, barangnya bagus2, jahitan dan modelnya sempurna sekali, jauh lebih bagus dari yang di mall tadi
Siska nyengir (sambil ngedumel pake bahasa Jawa): perasaan barang yang dijual di mall Mangga Dua ama pusat grosir Tanah Abang sama aja dengan yang di jual disini, cuma di mall lebih mahal di PKL lebih murah, bilang aja gak mampu belanja di mall, pake sok dibilang mallnya gak mutu segala, dasar bule kere banyak lagu loe!!!
Supir: Gubrak!!!!, xixixixi, betul itu boss!! (pake bahasa Jawa juga)
----------------------------------
Copyright by Deni Danasenjaya, 2009
Siska sore itu ditugaskan oleh Dion untuk berbelanja paket bantuan tambahan untuk korban banjir, setelah semua terbeli maka siska menemui kasir toko tersebut.
Siska: mbak tolong dipacking semua lalu dimasukkan ke dalam mobil di depan ya
Kasir: tentu mbak, maaf ini total tagihannya, ngomong2 mbak ini beli untuk apa kok banyak sekali?
Siska: untuk bantuan korban banjir, saya bekerja di NGO’s…..
Kasir : oooo, temannya pak Dion ya, beliau juga sering belanja di sini, (sambil menghitung di mesin kasir), ini totalnya mbak, ini bon asli dan ini bon kosong
Siska: (mengeluarkan uang) ini mbak, kok pake ngasih bon kosong segala buat apa?
Kasir: (kaget) tumben gak minta, temen mbak yg suka belanja di sini biasanya malah minta duluan
Siska: OMG...(!!!???)
------------------------------
Tamu Sok Borju
Sore itu Siska staff Dion menemani tamu dari kantor pusat untuk membeli oleh2 sebelum dia pulang ke negaranya.
Tamu: Dear Siska, saya dengar ada pusat grosir yang barangnya bagus2 dan murah, betul itu?, saya mau borong oleh2 untuk kawan2 di kantor pusat dan keluarga saya
Siska: betul boss, namanya Mangga Dua dan Tanah Abang
Tamu: kalo begitu mari kita ke sana sekarang
Lalu Siska, tamu dan driver kantor melaju menuju Mangga Dua untuk berbelanja, keliling2 Mangga Dua sampai pegal tak ada satupun barang yang dibeli.
Tamu: Siska, di sini barangnya jelek2 dan gak bagus, katanya pusat grosir terbesar kok begini saya kecewa, kalo yang satunya jauh lebih bagus atau sama saja?
Siska: ke Tanah Abang aja kalo begitu, mallnya masih baru jadi bisa nyaman belanja
Lalu mobil mereka menuju pusat grosir Tanah Abang yang masih gress bangunannya, mereka kembali berkeliling2 dari satu counter ke counter lainnya, tapi tetap saja tak ada baju yang cocok untuk dibeli.
Tamu: Siska, kamu bilang ini pusat grosir terbaru, terlengkap dan terbaik dibanding yang tadi, tapi sama saja dengan pasar kaget di Europe sana ini, ya sudah saya belanja di airport saja kalo begitu, mari kita pulang.
Saat keluar dari Tanah Abang, mereka melihat banyak pedagang kaki lima berjualan di depan pusat grosir Tanah Abang.
Tamu: Siska, ini pasar apa, kok ramai sekali?
Siska: itu istilah disini pedagang emperan alias PKL, barang yang dijual sebenarnya sama saja dengan yang di mall tapi jauh lebih murah harganya, mau lihat brother?
Tamu; yuk kita lihat, ini very unique market and very interesting!
Lalu mereka berhenti di pinggir jalan dan berkeliling2 melihat barang dagangan PKL, tamu Siska kemudian memborong begitu banyak pakaian di pedagang kaki lima untuk oleh2. Puas berbelanja merekapun kembali ke mobil .
Tamu: Siska, i'm very happy, its nice and great shopping!, you see?, barangnya bagus2, jahitan dan modelnya sempurna sekali, jauh lebih bagus dari yang di mall tadi
Siska nyengir (sambil ngedumel pake bahasa Jawa): perasaan barang yang dijual di mall Mangga Dua ama pusat grosir Tanah Abang sama aja dengan yang di jual disini, cuma di mall lebih mahal di PKL lebih murah, bilang aja gak mampu belanja di mall, pake sok dibilang mallnya gak mutu segala, dasar bule kere banyak lagu loe!!!
Supir: Gubrak!!!!, xixixixi, betul itu boss!! (pake bahasa Jawa juga)
----------------------------------
Copyright by Deni Danasenjaya, 2009
Saturday, January 31, 2009
Ketawa-Ketiwi ala NGO's - part 1
Minta Bon Kosong
Sore itu Dion bersama stafnya memborong bahan makanan dan kebutuhan lainnya untuk didistribuskan kepada korban banjir di sebuah toko grosir, setelah yakin semua barang yang diperlukan sudah terbeli, sambil menunggu pengepakan barang Dion bergegas ke pemilik toko untuk membayar.
Dion: pak berapa jumlah yang harus saya bayar untuk semua belanjaan ini?
Pemilik toko: sebentar pak saya hitung dulu
Dion; bapak hitung dulu nanti kabari saya, soalnya kami buru2, kita kan sudah kenal dan bapak tahu kantor saya, ini buat korban banjir soalnya
Pemilik toko: tentu pak Dion, kantor sampeyan kan langganan toko saya, nanti di kirim tagihannya ke kantor bapak seperti biasanya
Dion: saya pamit dulu pak dan mmm... tolong minta bon kosong buat laporan ke kantor
Pemilik toko: OMG (?)
KPK salah tangkap
sore itu team KPK menuju sebuah resto di mall, krn mendapat laporan tentang adanya pertemuan mencurigakan oknum birokrat dgn rekanan mereka
Petugas KPK: selamat sore, kami dari KPK, anda semua kami tangkap atas laporan masyarakat
Dion: pak saya bukan PNS, saya pegawai NGO's
Petugas KPK: kamu bukan PNS?, mana kartu pegawai atau identitas diri kamu
Dion: ini pak (sambil menyerahkan KTP & kartu nama)
Petugas KPK: (manggut2), temen kamu?, mana identitas diri?
Supplier: ini pak (menyerahkan KTP & kartu nama)
Petugas KPK: ooooo pantas, kalian beruntung karena kami hanya ditugaskan menangkapi penyelenggara negara yang korup
Investigasi makan Investigasi
hari itu Dion dan team auditor akan menginvestigasi dugaan fraud yg dilakukan staf Dion, mrk menemukan penyalahgunaan laporan kegiatan yg berisi pengeluaran2 mencurigakan
Auditor: selamat siang, saudara tahu knp kami panggil?
Staf: mengangguk (tertunduk lesu)
Auditor: mari kita mulai, silahkan pak Dion
Dion: saya gak nyangka kamu spt ini, kok bisa2nya?, kamu tahu kegiatan yg kamu lakukan itu program apa?
Staf: (mengangguk), saya tahu pak, utk penyuluhan tanggap bencana bagi masyarakat miskin di daerah pesisir
Abdul: lalu ini bon apa?, kok bisa ada bon hotel, bon makan di restoran, padahal di proposal kamu bilang training di kampung, dan memang di sana, lalu ini bon hotel dan makan buat pengeluaran siapa, tanggalnya beda lagi, kamu piknik sekeluarga mau ditagihin ke kantor nih?, how come?
Staf: "terdiam"
lalu pintu diketuk, datang atasan Dion, terus "beliau" berkata: maaf ganggu sebentar, boleh bicara di sini?
Dion: silahkan pak
Atasan Dion: tolong pengeluaran saya ini dimasukkan ke expense project ya pak Dion, saya lihat belum dipake semuanya, soalnya sayang kan daripada gak kepake
Dion: baik, pengeluaran apa pak?
Atasan Dion: services mobil saya, masukkin aja dibiaya maintenance kendaraan utk traning ke komunitas
Staf: (berguman dalam hati); pegawai rendah aja di investigasi, atasannya nyuruh fraud malah diiyakan aja, awas loe pada gw ungkap ke wartawan baru nyaho kalian
Dion: mmm, gimana mas, bisa kan? (sambil menoleh ke auditor)
Auditor: kalo utk boss gak masalah, asal rinci aja laporannya
Staf: gubrak!!!
Menginap di tenda
Sore itu Dion memberikan briefing kepada teamnya yang baru saja selesai bertugas di lapangan,
Dion: selamat sore semuanya!
Team: sore pak! (serempak)
Dion: kalian luar biasa karena sudah bekerja tanpa letih dan pamrih seharian penuh, padahal kalian baru saja tiba langsung turun tangan membantu masyarakat, sebentar lagi waktunya beristirahat, kami sudah menyiapkan sarana akomodasi untuk kondisi tanggap darurat ini.
Staf 1: kami menginap di mana pak?
Dion: seminggu ini kalian menginap di lokasi bencana, saya sudah bawakan tenda dan perlengkapan lainnya, 1 jam lagi kalian pasang tenda, sebentar lagi bagian logistic yang akan membagikannya untuk kalian.
Staf 2: makasih pak, saya boleh pasang tendanya dekat bapak?, jadi kalo mau berkoordinasi mudah, bagaimana pak?
Dion: gak boleh tenda kamu dekat saya, sulit nanti
Staf 2: kenapa pak?
Dion: saya kan menginap di hotel
Team : (gubrak)!!!
Lapor ke Depnaker
Sore itu Dion berkunjung ke Depnaker, dia ingin melaporkan ketidakadilan perlakuan karyawan di kantornya, ternyata kantor Depnaker siang itu sudah penuh sesak, kebanyakan yang datang adalah perwakilan serikat pekerja industri yang melaporkan masalah PHK sepihak. Setelah menunggu 2 jam akhirnya tiba giliran Dion menghadap bagian yang menangani pelaporan masalah ketenagakerjaaan.
Dion: selamat siang Pak
Staf Depnaker: siang juga, tumben Bapak sendirian tidak beramai2 seperti yang lain, dari perusahaan mana, keperluannya apa dan mau melaporkan apa?, jangan lama2 ya Pak, saya sudah capek nih, langsung to the point aja (keluh)
Dion: saya dari NGO’s saya mau…..
Staf Depnaker: mengeluhkan diskriminasi gaji, fasilitas, dan perlakuan?, atau mau mengeluhkan kerja kontrak melulu bertahun2?, atau kantornya penuh konflik dan intrik?, atau expatriatenya gak becus kerja tapi digaji mahal, atau di PHK mesti ribut sama manajemen masalah pesangon?, begitu kan yang mau saudara laporkan?
Dion: kok Bapak bisa membaca pikiran saya?, padahal saya belum bicara apa2 lho (sambil keheranan)
Staf Depnaker: saya sudah hapal jenis2 keluhan dari pegawai NGO’s yang melapor ke sini, masalahnya pasti itu2 melulu
Dion: XXX???!!!@@@%%%
------------------------------------------
Copyright by Deni Danasenjaya, 31 Januari 2009
Sore itu Dion bersama stafnya memborong bahan makanan dan kebutuhan lainnya untuk didistribuskan kepada korban banjir di sebuah toko grosir, setelah yakin semua barang yang diperlukan sudah terbeli, sambil menunggu pengepakan barang Dion bergegas ke pemilik toko untuk membayar.
Dion: pak berapa jumlah yang harus saya bayar untuk semua belanjaan ini?
Pemilik toko: sebentar pak saya hitung dulu
Dion; bapak hitung dulu nanti kabari saya, soalnya kami buru2, kita kan sudah kenal dan bapak tahu kantor saya, ini buat korban banjir soalnya
Pemilik toko: tentu pak Dion, kantor sampeyan kan langganan toko saya, nanti di kirim tagihannya ke kantor bapak seperti biasanya
Dion: saya pamit dulu pak dan mmm... tolong minta bon kosong buat laporan ke kantor
Pemilik toko: OMG (?)
KPK salah tangkap
sore itu team KPK menuju sebuah resto di mall, krn mendapat laporan tentang adanya pertemuan mencurigakan oknum birokrat dgn rekanan mereka
Petugas KPK: selamat sore, kami dari KPK, anda semua kami tangkap atas laporan masyarakat
Dion: pak saya bukan PNS, saya pegawai NGO's
Petugas KPK: kamu bukan PNS?, mana kartu pegawai atau identitas diri kamu
Dion: ini pak (sambil menyerahkan KTP & kartu nama)
Petugas KPK: (manggut2), temen kamu?, mana identitas diri?
Supplier: ini pak (menyerahkan KTP & kartu nama)
Petugas KPK: ooooo pantas, kalian beruntung karena kami hanya ditugaskan menangkapi penyelenggara negara yang korup
Investigasi makan Investigasi
hari itu Dion dan team auditor akan menginvestigasi dugaan fraud yg dilakukan staf Dion, mrk menemukan penyalahgunaan laporan kegiatan yg berisi pengeluaran2 mencurigakan
Auditor: selamat siang, saudara tahu knp kami panggil?
Staf: mengangguk (tertunduk lesu)
Auditor: mari kita mulai, silahkan pak Dion
Dion: saya gak nyangka kamu spt ini, kok bisa2nya?, kamu tahu kegiatan yg kamu lakukan itu program apa?
Staf: (mengangguk), saya tahu pak, utk penyuluhan tanggap bencana bagi masyarakat miskin di daerah pesisir
Abdul: lalu ini bon apa?, kok bisa ada bon hotel, bon makan di restoran, padahal di proposal kamu bilang training di kampung, dan memang di sana, lalu ini bon hotel dan makan buat pengeluaran siapa, tanggalnya beda lagi, kamu piknik sekeluarga mau ditagihin ke kantor nih?, how come?
Staf: "terdiam"
lalu pintu diketuk, datang atasan Dion, terus "beliau" berkata: maaf ganggu sebentar, boleh bicara di sini?
Dion: silahkan pak
Atasan Dion: tolong pengeluaran saya ini dimasukkan ke expense project ya pak Dion, saya lihat belum dipake semuanya, soalnya sayang kan daripada gak kepake
Dion: baik, pengeluaran apa pak?
Atasan Dion: services mobil saya, masukkin aja dibiaya maintenance kendaraan utk traning ke komunitas
Staf: (berguman dalam hati); pegawai rendah aja di investigasi, atasannya nyuruh fraud malah diiyakan aja, awas loe pada gw ungkap ke wartawan baru nyaho kalian
Dion: mmm, gimana mas, bisa kan? (sambil menoleh ke auditor)
Auditor: kalo utk boss gak masalah, asal rinci aja laporannya
Staf: gubrak!!!
Menginap di tenda
Sore itu Dion memberikan briefing kepada teamnya yang baru saja selesai bertugas di lapangan,
Dion: selamat sore semuanya!
Team: sore pak! (serempak)
Dion: kalian luar biasa karena sudah bekerja tanpa letih dan pamrih seharian penuh, padahal kalian baru saja tiba langsung turun tangan membantu masyarakat, sebentar lagi waktunya beristirahat, kami sudah menyiapkan sarana akomodasi untuk kondisi tanggap darurat ini.
Staf 1: kami menginap di mana pak?
Dion: seminggu ini kalian menginap di lokasi bencana, saya sudah bawakan tenda dan perlengkapan lainnya, 1 jam lagi kalian pasang tenda, sebentar lagi bagian logistic yang akan membagikannya untuk kalian.
Staf 2: makasih pak, saya boleh pasang tendanya dekat bapak?, jadi kalo mau berkoordinasi mudah, bagaimana pak?
Dion: gak boleh tenda kamu dekat saya, sulit nanti
Staf 2: kenapa pak?
Dion: saya kan menginap di hotel
Team : (gubrak)!!!
Lapor ke Depnaker
Sore itu Dion berkunjung ke Depnaker, dia ingin melaporkan ketidakadilan perlakuan karyawan di kantornya, ternyata kantor Depnaker siang itu sudah penuh sesak, kebanyakan yang datang adalah perwakilan serikat pekerja industri yang melaporkan masalah PHK sepihak. Setelah menunggu 2 jam akhirnya tiba giliran Dion menghadap bagian yang menangani pelaporan masalah ketenagakerjaaan.
Dion: selamat siang Pak
Staf Depnaker: siang juga, tumben Bapak sendirian tidak beramai2 seperti yang lain, dari perusahaan mana, keperluannya apa dan mau melaporkan apa?, jangan lama2 ya Pak, saya sudah capek nih, langsung to the point aja (keluh)
Dion: saya dari NGO’s saya mau…..
Staf Depnaker: mengeluhkan diskriminasi gaji, fasilitas, dan perlakuan?, atau mau mengeluhkan kerja kontrak melulu bertahun2?, atau kantornya penuh konflik dan intrik?, atau expatriatenya gak becus kerja tapi digaji mahal, atau di PHK mesti ribut sama manajemen masalah pesangon?, begitu kan yang mau saudara laporkan?
Dion: kok Bapak bisa membaca pikiran saya?, padahal saya belum bicara apa2 lho (sambil keheranan)
Staf Depnaker: saya sudah hapal jenis2 keluhan dari pegawai NGO’s yang melapor ke sini, masalahnya pasti itu2 melulu
Dion: XXX???!!!@@@%%%
------------------------------------------
Copyright by Deni Danasenjaya, 31 Januari 2009
Membubarkan Demonstran
Alkisah pada suatu siang yang terik, 3 sahabat sedang nongkrong di Starbuck Plaza Indonesia, mereka adalah Abdul seorang pekerja NGO’s yang sangat peduli pengentasan kemiskinan sampai2 tidak terasa sudah belasan tahun bekerja hasilnya tak jelas padahal entah sudah berapa milyar dana NGO’s mengalir ke situ, Nandang seorang Caleg Parpol terkemuka yang terkenal karena platform partainya membela wong licik eh salah maksudnya wong cilik, serta Betty seorang sekretaris direksi perusahaan tambang tembaga terkemuka yang menghasilkan emas.
Dari kejauhan mereka memperhatikan demonstrasi menuntut penurunan kembali harga BBM di bunderan HI, tergelitik karena demonstrasi itu menimbulkan kemacetan yang seharusnya tidak perlu terjadi di hari sabtu itu, maka ketiga sahabat ini kemudian bertaruh.
Abdul: gw tantangin elo pada sekalian kita nolongin orang2 yg terjebak macet gara2 demonstrasi itu
Nandang: maksoed lo?
Abdul: siapa diantara kita bertiga yang bisa membuat demonstran itu bubar secepatnya
Betty: ngapain kita?, suruh aja tu polisi yang berjaga nembakin gas air mata, bubar deh
Abdul: yah elo, itu mah anak kucing juga tau, maksud gw bubar dengan damai tanpa kekerasan
Nandang: boleh juga, trus kalo berhasil elo ngasih gw apa?
Betty : gimana kalo yg berhasil bubarin demo bisa makan dan minum gratis dibayarin sama yang kalah, setuju?
Abdul & Nandang : deals!
Lalu Nandang menjadi orang yang pertama kali melakukan aksinya, dia keluar dari Starbuck dan berjalan mendekati para demonstran, dengan PD dia dekati korlap aksi demo, tarik ulur bicara akhirnya korlap demo mengijinkan Nandang menyampaikan maksudnya kepada para demonstran
Nandang: saudara2, perkenalkan saya Nandang caleg dari partai peduli wong cilik, saya salut atas aspirasi anda semua, tapi saya prihatin dengan…..
Buk!!!
Ada botol aqua di lempar ke arah nandang disertai teriakan: mas!, dilarang kampanye, ntar ditangkap bawaslu baru nyaho loe! ini demonstrasi murni aspirasi rakyat, turun kamu!
Akhirnya Nandangpun menghentikan upayanya, daripada digaruk polisi yang berjaga2 di sana dipasal provokator, dia memilih kembali ke cafe
Gw gagal, kata Nandang dengan muka lesu
Betty: dasar caleg, ya dicurigai orang lah elo mau curi start kampanye, nih coba liat cara gadis cantik ini mempesona publik, dijamin dah mana ada segerombolan laki2 menolak permintaan perempuan cantik, liat nih…
Lalu Bettypun berlalu dan mendekati para demonstran, diapun bercakap2 dengan korlap yang ternganga2 mimpi apa dia semalam didatangin perempuan cantik, kemudian Bettypun dipersilahkan menyampaikan himbauannya.
Betty: saudara2 saya bukan caleg bukan aktivis, saya hanya warga masyarakat biasa, saya menghimbau agar saudara2 juga peduli dengan hak para pemakai jalan, coba saudara lihat di sekililing anda, jalanan jadi macet kan?
Demonstranpun bertepuk dan bersuit2 dengan ramai
Demonstran 1: mbak minta nomor HPnya donk
Demonstran 2: mbak pulangnya ke mana nanti ane anterin!
Demonstran 3: mbak ini siapa?, jangan2 artis yang jadi caleg juga ya?
Betty: bukan saya cuma warga negara biasa kerja di perusahaan tambang asing
Demonstran (serentak): ooooooo!, di perusahaan apa mbak?
Betty: PT Mak Moran di ….
Demonstran (serentak): turun!, kami gak mau dipetuahi sama kacungnya pencuri kekayaan alam negara, turun!, bisa2nya emas segunung dibilang tembaga, cantik2 gak punya hati nurani!, dan kembali botol aqua melayang ke arah Betty
Bettypun kembali ke cafĂ©, dia gagal, gw juga gagal nih, baru kali ini gw dikata2i orang segerombolan gitu, payah…
.
Abdul: hahahaha, ya elo pada, demonstran itu sensifitasnya tinggi, ketahuan kalian ini caleg dan pekerja perusahaan asing yang gak nasionalis, maka kalian langsung dicurigai mau memanfaatkan mereka, kalian ini payah, lihat nih gw pasti berhasil
Nandang: ya iyalah, kalo berhasil gak heran gw, karena elo pasti mempelajari trik kita yang gagal
Abdul: kagak, gw punya jurus ampuh yang sama sekali berbeda, liat aja
Lalu Abdul berjalan dengan sangat PD, dia kemudian mendekati korlap demo yang sudah mulai bete melihat ada orang ketiga dari arah starbuck yang bolak-balik mendatangi mereka.
Korlap Demo: kamu siapa lagi, mau usil?
Abdul: jangan begitu saudara saya tidak seperti teman2 saya
Korlap Demo: lalu kamu mau apa?
Abdul: saya pinjam toanya sebentar (sambil merebut toa dari tangan korlap demo)
Dengan PDnya Abdul berteriak lantang: “test-test-test 1-2-3 test-test-testing-testing percobaan!”, serentak semua peserta demo terdiam dan menatap ke arah Abdul.
Abdul: saudara2 perkenalkan saya Abdul, saya pekerja NGO's, saya bermaksud melakukan assessment atau pendataan kepada saudara2, saya tahu anda semua berasal dari daerah yang terkena dampak paling buruk dari krisis global dan menderita akibat mahalnya harga BBM, oleh karena itu organisasi kami akan menyalurkan bantuan bagi rakyat miskin dan saya di amanati donor untuk…
Kemudian Abdul melongo…. Tak sampai 3 menit berbicara, serentak para demonstran balik badan dan meninggalkan bunderan HI sambil bersungut2, tak terasa ada orang yang merebut paksa toa, orang itupun kemudian berlari menyusul para demonstran yang sudah meninggalkan lokasi, dari kejauhan dia mendengar orang2 itu masih saja bersungut2 dan menunjuk ke arah Abdul….
Xixixixi, paham gak pesannya?
Dari kejauhan mereka memperhatikan demonstrasi menuntut penurunan kembali harga BBM di bunderan HI, tergelitik karena demonstrasi itu menimbulkan kemacetan yang seharusnya tidak perlu terjadi di hari sabtu itu, maka ketiga sahabat ini kemudian bertaruh.
Abdul: gw tantangin elo pada sekalian kita nolongin orang2 yg terjebak macet gara2 demonstrasi itu
Nandang: maksoed lo?
Abdul: siapa diantara kita bertiga yang bisa membuat demonstran itu bubar secepatnya
Betty: ngapain kita?, suruh aja tu polisi yang berjaga nembakin gas air mata, bubar deh
Abdul: yah elo, itu mah anak kucing juga tau, maksud gw bubar dengan damai tanpa kekerasan
Nandang: boleh juga, trus kalo berhasil elo ngasih gw apa?
Betty : gimana kalo yg berhasil bubarin demo bisa makan dan minum gratis dibayarin sama yang kalah, setuju?
Abdul & Nandang : deals!
Lalu Nandang menjadi orang yang pertama kali melakukan aksinya, dia keluar dari Starbuck dan berjalan mendekati para demonstran, dengan PD dia dekati korlap aksi demo, tarik ulur bicara akhirnya korlap demo mengijinkan Nandang menyampaikan maksudnya kepada para demonstran
Nandang: saudara2, perkenalkan saya Nandang caleg dari partai peduli wong cilik, saya salut atas aspirasi anda semua, tapi saya prihatin dengan…..
Buk!!!
Ada botol aqua di lempar ke arah nandang disertai teriakan: mas!, dilarang kampanye, ntar ditangkap bawaslu baru nyaho loe! ini demonstrasi murni aspirasi rakyat, turun kamu!
Akhirnya Nandangpun menghentikan upayanya, daripada digaruk polisi yang berjaga2 di sana dipasal provokator, dia memilih kembali ke cafe
Gw gagal, kata Nandang dengan muka lesu
Betty: dasar caleg, ya dicurigai orang lah elo mau curi start kampanye, nih coba liat cara gadis cantik ini mempesona publik, dijamin dah mana ada segerombolan laki2 menolak permintaan perempuan cantik, liat nih…
Lalu Bettypun berlalu dan mendekati para demonstran, diapun bercakap2 dengan korlap yang ternganga2 mimpi apa dia semalam didatangin perempuan cantik, kemudian Bettypun dipersilahkan menyampaikan himbauannya.
Betty: saudara2 saya bukan caleg bukan aktivis, saya hanya warga masyarakat biasa, saya menghimbau agar saudara2 juga peduli dengan hak para pemakai jalan, coba saudara lihat di sekililing anda, jalanan jadi macet kan?
Demonstranpun bertepuk dan bersuit2 dengan ramai
Demonstran 1: mbak minta nomor HPnya donk
Demonstran 2: mbak pulangnya ke mana nanti ane anterin!
Demonstran 3: mbak ini siapa?, jangan2 artis yang jadi caleg juga ya?
Betty: bukan saya cuma warga negara biasa kerja di perusahaan tambang asing
Demonstran (serentak): ooooooo!, di perusahaan apa mbak?
Betty: PT Mak Moran di ….
Demonstran (serentak): turun!, kami gak mau dipetuahi sama kacungnya pencuri kekayaan alam negara, turun!, bisa2nya emas segunung dibilang tembaga, cantik2 gak punya hati nurani!, dan kembali botol aqua melayang ke arah Betty
Bettypun kembali ke cafĂ©, dia gagal, gw juga gagal nih, baru kali ini gw dikata2i orang segerombolan gitu, payah…
.
Abdul: hahahaha, ya elo pada, demonstran itu sensifitasnya tinggi, ketahuan kalian ini caleg dan pekerja perusahaan asing yang gak nasionalis, maka kalian langsung dicurigai mau memanfaatkan mereka, kalian ini payah, lihat nih gw pasti berhasil
Nandang: ya iyalah, kalo berhasil gak heran gw, karena elo pasti mempelajari trik kita yang gagal
Abdul: kagak, gw punya jurus ampuh yang sama sekali berbeda, liat aja
Lalu Abdul berjalan dengan sangat PD, dia kemudian mendekati korlap demo yang sudah mulai bete melihat ada orang ketiga dari arah starbuck yang bolak-balik mendatangi mereka.
Korlap Demo: kamu siapa lagi, mau usil?
Abdul: jangan begitu saudara saya tidak seperti teman2 saya
Korlap Demo: lalu kamu mau apa?
Abdul: saya pinjam toanya sebentar (sambil merebut toa dari tangan korlap demo)
Dengan PDnya Abdul berteriak lantang: “test-test-test 1-2-3 test-test-testing-testing percobaan!”, serentak semua peserta demo terdiam dan menatap ke arah Abdul.
Abdul: saudara2 perkenalkan saya Abdul, saya pekerja NGO's, saya bermaksud melakukan assessment atau pendataan kepada saudara2, saya tahu anda semua berasal dari daerah yang terkena dampak paling buruk dari krisis global dan menderita akibat mahalnya harga BBM, oleh karena itu organisasi kami akan menyalurkan bantuan bagi rakyat miskin dan saya di amanati donor untuk…
Kemudian Abdul melongo…. Tak sampai 3 menit berbicara, serentak para demonstran balik badan dan meninggalkan bunderan HI sambil bersungut2, tak terasa ada orang yang merebut paksa toa, orang itupun kemudian berlari menyusul para demonstran yang sudah meninggalkan lokasi, dari kejauhan dia mendengar orang2 itu masih saja bersungut2 dan menunjuk ke arah Abdul….
Xixixixi, paham gak pesannya?
Monday, January 26, 2009
Imlek: Tak Hanya Milik Etnis Tionghoa

ANTARA SEMARANG -- Hari Senin (26/1), masyarakat Tionghoa di Indonesia akan merayakan Tahun Baru Cina 2560 atau lebih dikenal dengan istilah Imlek, yang sejak zaman Dinasti Han (202 SM) di China merupakan tradisi agama Konghucu yang sangat sakral dan bermakna.
Bagi pemeluk Konghucu, Imlek merupakan hari raya keagamaan untuk memperingati kelahiran Konfusius (Gong Zi). Namun, di negaranya sendiri Imlek lambat laun tidak lagi dianggap sebagai perayaan keagamaan. Seluruh etnis Tionghoa, tidak terbatas pada pemeluk Konghucu saja turut serta dalam perayaan Imlek. Tahun Baru Imlek atau Sin Tjia (bahasa China) dirayakan pada hari pertama di bulan pertama kalendernya. Bagi etnis Tionghoa, makna perayaan Imlek adalah semangat memperbarui diri menyambut datangnya tahun baru.
Di Indonesia perayaan Imlek baru bisa dinikmati oleh etnis Tionghoa pada masa pemerintahan Presiden RI periode 1999-2001, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tepatnya pada tahun 2000 dengan mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang etnis Tionghoa merayakan Imlek di Indonesia. Inpres Nomor 14/1967 dikeluarkan Presiden RI periode 1966-1998, Soeharto, lantaran situasi dan kondisi politik saat itu, antara lain Pemerintah China dianggap ikut menyebarkan ajaran komunis --yang dilarang pemerintah Orde Baru (Orba)-- ke Indonesia.
Pakar budaya Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Prof Dr Ir Eko Budihardjo MSc, menilai langkah Gus Dur pada masa itu sangat baik, di mana pergelaran-pergelaran seni budaya Cina yang sempat dilarang, kemudian bisa ditampilkan lagi secara bebas. "Bangsa yang sukses adalah bangsa yang mau mengakui keberagaman," kata mantan Rektor Undip itu.
Seiring dengan perkembangannya, perayaan Imlek yang dulunya hanya dirayakan oleh etnis Tionghoa saja, kini berubah menjadi sebuah bentuk kebudayaan yang tidak terbatas kepada satu jenis etnis tertentu. Perayaan Imlek di Indonesia kini lebih terbuka dan menjadi sebuah bentuk kebudayaan yang bersifat universal. Perayaaan ini pun menjelma menjadi perayaan yang bersifat nasional, tanpa mengenal perbedaan suku, ras, agama, dan latar belakang budaya yang berbeda-beda.
Di Kota Semarang, perayaan Imlek diprakarsai oleh Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata (Kopi Semawis), yang melaksanakan revitalisasi Pecinan sejak lima tahun lalu. Kegiatan ini mempunyai tujuan merangkai objek-objek atau atraksi yang ada di Pecinan supaya menjadi lebih menarik untuk dikunjungi. Perayaan yang dipusatkan di kawasan Pecinan Semarang ini, meliputi kawasan klenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Gang Pinggir, dan Wotgandul Timur, dimeriahkan dengan partisipasi berbagai pihak, tidak hanya oleh etnis Tionghoa saja.
"Keterbukaan dan beragam ekspresi budaya dalam perayaan Imlek di Semarang merupakan sebuah mozaik yang indah dan mencerminkan adanya persatuan," kata Eko. Ia menuturkan, dari segi perayaan, Imlek mengalami perkembangan dengan ragam kegiatan yang lebih variatif.
Perayaan Imlek dahulu hanya menampilkan tari-tarian barongsai, wushu, wayang Potehi, dan pergelaran-pergelaran yang berasal dari tradisi China saja. Namun kini, perayaan Imlek juga diisi dengan pameran budaya, talk show, pergelaran budaya lokal, seperti lawak Semarangan, sajian musik yang bersifat tradisional, dan lain-lain. Pergeseran bentuk perayaan Imlek tersebut dinilai positif karena di perayaan semacam inilah masyarakat Indonesia bisa membaur, tanpa terkotak-kotak oleh apapun. Nilai persatuan dalam perayaan Imlek dicerminkan melalui partisipasi berbagai pihak di Pasar Imlek Semawis (PIS) 2009. Misi di balik PIS adalah menyajikan pergelaran-pergelaran yang bersifat nasional, di samping menjadi agenda rutin pariwisata Kota Semarang.
"Imlek bisa dirayakan oleh semua orang, tanpa peduli datang dari suku mana, karena ini merupakan tradisi yang bersifat netral," kata Ketua Panitia PIS 2009, Dharmadi Hardo. PIS 2009 menjadi saksi adanya multikulturalisme dalam perayaan Imlek karena banyak melibatkan warga non-Tionghoa. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya pemain barongsai yang ternyata bukan keturunan Tionghoa, melainkan warga asli Indonesia. Dulunya, barongsai dianggap sebagai bagian sakral dalam Imlek karena dimaksudkan untuk menarik rezeki dan kebahagiaan pada tahun baru, sehingga dahulu permainan ini hanya boleh dimainkan oleh warga Tionghoa saja. Tetapi dalam perkembangannya, khususnya di Indonesia, kini permainan barongsai juga dimainkan oleh warga non-Tionghoa.
Rio (18), seorang pemain barongsai non-Tionghoa yang pentas pada Jumat malam (23/1) di PIS, mengaku sudah bergabung dalam tim barongsainya sejak usia 10 tahun. "Awalnya ketika saya kelas IV SD, saya tertarik dengan olahraga wushu. Kemudian saya bergabung dengan salah satu klub wushu dan barongsai di Kota Semarang. Ini merupakan hobi yang sangat menyenangkan," katanya. Ia menjelaskan, dalam tim barongsainya yang terdiri dari delapan orang, hanya dua orang yang asli Tionghoa, sisanya non-Tionghoa. Motif ekonomi bukanlah alasan yang mendorong ia dan teman-temannya menjadi pemain barongsai, tetapi mereka memang menyenangi permainan itu.
Multikulturalisme yang terjadi dalam perayaan Imlek juga dibuktikan dengan penampilan murid SD Kuncup Melati, Yayasan Khong Kauw Hwee, yang kebanyakan berasal dari etnis non-Tionghoa. Mereka membawakan lagu Indonesia Pustaka dalam bahasa Mandarin. Selain itu, penampilan kelompok lawak Semarangan, kelompok "marching blek", dan ragam budaya di luar tradisi Cina menekankan sekali lagi bahwa perayaan Imlek bukanlah perayaan milik etnis Tionghoa saja.
Ratusan pengunjung yang datang ke PIS 2009 menyatu dalam perayaan yang digelar pada tanggal 22-24 Januari 2009 tersebut, tanpa peduli perbedaan etnis, budaya, agama, dan lain-lain. Sekat kesukuan pun mampu ditepiskan, diganti dengan pergelaran apik dengan budaya yang beragam.
Seperti kata Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia, "taman yang berwarna-warni dengan beragam bunga yang indah tentu lebih menarik daripada hutan dengan satu pohon". Perayaan Imlek kini menjadi salah satu bukti indahnya keberagaman budaya yang ada di Indonesia. (Hernawan W. dan Dinar Nevanti/ant/ya)
dikutip dari:
Tak Hanya Milik Etnis Tionghoa
By Republika Newsroom
Senin, 26 Januari 2009 pukul 00:07:00
http://www.republika.co.id/berita/27976.html
Labels:
Inspiring Articles
Sunday, April 13, 2008
Kutipan: Zaman Emas Indonesia

Dear All..
Kali ini saya mengutip sebuah artikel media massa yang saya baca berulang kali saat menemukannya, lalu membaca kembali di edisi cetaknya hingga koran Kompasnya "lecek". Saya tidak punya komentar apa2 lagi selain: excellent untuk artikel ini, entah kalau anda. Ini sebuah artikel tentang mimpi indah masa depan Indonesia, melalui artikel ini pak Jacob Sumardjo ingin menyampaikan pesan moral tentang pentingnya sebuah gerakan "revolusi moral" untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik, agar kita dapat sejajar dengan bangsa2 lain dan kembali disegani di lingkup global.
Silahkan menyimak...
Zaman Emas Indonesia
By: Jakob Sumardjo
Kapan waktunya dan siapa presidennya, belum diketahui. Namun, keberadaannya jelas karena logikanya juga jelas, yaitu potensi alamnya yang luar biasa, dan jumlah penduduknya yang begini besar tak mungkin goblok semua.
Saat itu presidennya tegas dan keras, tidak takut mati dan tidak takut kehilangan pendukungnya. Hatinya baik, tidak ada pikiran uang sama sekali karena sejak bayi sudah kaya-raya. Ketegasannya mendapat dukungan seluruh rakyat miskin di Indonesia, yaitu dalam melenyapkan korupsi, kejahatan dasar yang membuat negara ini hampir saja pecah belah.
Koruptor yang diketahui menilep uang negara satu miliar ke atas langsung dihukum mati karena yang antre untuk diadili begitu panjang. Koruptor di atas setengah miliar dipotong tangannya dan dipenjara seumur hidup. Yang korup seratus juta ke bawah dihukum seumur hidup. Khusus perkara korupsi tidak ada naik banding menurut hukum negara yang disetujui DPR, yang anggota-anggotanya cerdas, baik hati, tak banyak bicara, tetapi lebih banyak berpikir.
Dalam waktu satu tahun pertama pemerintahannya, nafsu orang yang ingin korup langsung lenyap. Hampir tiap hari ada koruptor dihukum mati, sampai banyak yang tak sempat disiarkan media. Keluarga koruptor yang dihukum mati, saat itu, tak mau mengubur sendiri, takut kerandanya ditimpuki rakyat miskin yang marah.
Demi perikemanusiaan
Pers dalam dan luar negeri cerewet menantang pemberantasan korupsi yang mereka nilai biadab dan melanggar hak asasi manusia ini. Namun, presiden kita memang orang berani. ”Saya tidak takut masuk neraka,” katanya kepada para juru kritik. ”Dalam situasi luar biasa, diperlukan tindakan luar biasa,” tambah wakil presidennya yang sama-sama batu karangnya.
Dalam waktu dua tahun pertama masa kepresidenannya, tak seorang pegawai negeri pun berani mangkir kerja tanpa surat dokter negeri. Orang berseragam pegawai negeri tak ada di jalanan, apalagi mal. Merokok pun tak berani, kecuali saat istirahat. Tiba-tiba seluruh pegawai negeri sibuk bekerja karena tugasnya tak habis-habis, semua melalui prosedur yang semestinya. Orang yang suka menyogok pegawai pun tak berkutik akibat semua pegawai negeri tak butuh sogokan, takut dipecat hari itu juga.
Para polisi di jalan raya dan di tempat lain tak lagi membawa pistol. Mereka hanya dibekali pentungan karet. Semua pengguna jalan tertib, antrean lama tak mengapa, karena tilang langsung dengan denda tinggi amat menakutkan. Para pengguna jalan ini patuh membayar denda tinggi karena yakin, uang denda benar-benar masuk kas negara.
Meski polisi tidak bersenjata, nyali para penjahat juga kecut karena yang diketahui membunuh korban langsung dihukum mati. Utang nyawa bayar nyawa, itulah semboyan di pojok-pojok toko. Para pemerkosa dihukum seumur hidup. Dua kali memerkosa dihukum mati. Di mana sila Perikemanusiaan dalam Pancasila? Jawab presiden, ”Itu semua dilakukan demi perikemanusiaan. Bukan perikejahatan!”
Setelah pemberantasan biang kekacauan, berangsur-angsur negara Indonesia membutuhkan tambahan pegawai. Karena tak ada lagi budaya sogok, hanya mereka yang benar-benar mampu di bidangnya dapat diterima. Kerja pembangunan bisa dilaksanakan. Tidak ada rencana pembangunan yang tak berhasil karena semua dana utuh sampai selesai. Jalan-jalan mulus. Kemacetan tak ada lagi akibat pembangunan jalan layang bagai kabel listrik di kota-kota besar. Dan subway dibangun di mana-mana.
Ibu kota negara dipindah ke Kalimantan, di tengah-tengah kepulauan Indonesia. Itulah Washington Indonesia. Jakarta adalah New York-nya Indonesia. Bandara seperti Soekarno-Hatta dibangun di 20 kota besar Indonesia. Semua berasal dari uang negara yang 100 persen selamat. Coba tahun 1970-an sudah begini, Indonesia akan disebut macan Asia nomor dua setelah Jepang.
Syarat kesuburan
Pada pemerintahan kedua, turis Indonesia ditunggu-tunggu di negara-negara tetangga. TKI dan TKW telah lenyap sejak pemerintahan pertama hampir berakhir. Bahkan, TKW lain bangsa masuk Indonesia.
Turisme bukan lagi slogan. Menteri Pariwisata paling sibuk bekerja. Pada malam hari, lampu kantor ini tak pernah padam. Devisa sektor ini melebihi pendapatan pajak, pertambangan, pertanian, kehutanan. Para turis dimanja karena aman, transpor tepat waktu, dan ”Bali-Bali” baru bertebaran di Indonesia.
Nilai mata uang rupiah yang puluhan tahun bikin malu bangsa (negara sama sekali tak malu) diturunkan menjadi satu dollar AS setara satu rupiah RI. Bayangkan kalau kekayaan negara dihitung dalam nilai mata uang lama akan membingungkan kepala akibat triliun dari triliun dan triliun rupiah. Harga mobil paling mewah cuma Rp 200.000. Gaji pegawai negeri paling top Rp 70.000. Recehan satu sen ada di kantong tiap warga negara.
Setelah pemerintahannya yang kedua berakhir, presiden dan wakil presiden kita pensiun. Meski rakyat tetap ingin memilihnya, keduanya tetap menolak karena tak sesuai dengan undang-undang. Penggantinya tidak sehebat presiden kita itu, tetapi tak apa sebab seluruh bangsa telah memasuki budaya baru, yaitu budaya bersih. Orang takut, namanya masuk koran meski cuma nyopet jam tangan.
Impian tata temtrem kerta raharja, adil makmur ternyata bukan omong kosong dongeng anak-anak. Kuncinya hanya satu, tembak mati para maling negara, entah jemaah maupun perorangan. Ibu Pertiwi akan bersimbah darah para penjarah, tetapi itulah syarat kesuburan.
Di kutip dari:
Kompas Online, Sabtu, 12 April 2008 | 00:56 WIB
By: Jakob Sumardjo Esais
Source:
http://kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.04.12.00565481&channel=2&mn=158&idx=158
Labels:
Inspiring Articles
Tuesday, March 11, 2008
Komunikasi Bisnis Antar Bangsa: ...Lain Lubuk Lain Ikannya

Dear All..
Pernah mendengar peribahasa; "lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya?", ini sebuah pesan moral yang luhur nan bijak dari para orangtua kita tentang etika menghargai perbedaan budaya antar kelompok, golongan, etnis dan bangsa. Saya memperoleh peribahasa ini dari pelajaran bahasa Indonesia saat masih di SD, dan guru saya mengajarkan dengan panjang lebar makna keluhuran toleransi ini.
Dalam konteks marketing antar budaya dan bangsa, peribahasa ini sangat mujarab dan ampuh untuk mengenali karakterisik perilaku konsumen dari bangsa dan negara lain. Para marketer seharusnya sangat berhati2 dengan hal2 yang sangat sensitif terkait budaya ini. Sebagai orang Indonesia misalnya, kita sangat mahfum dan paham bahwa bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Malaysia seringkali memiliki arti yang berlawanan, sehingga seorang teman saya yang berkebangsaan Amerika akhirnya pusing dengan perbedaan "meanings" ini, dan temannya yang lain memberi tahu kalau belajar bahasa Indonesia jangan bersamaan dengan bahasa Malaysia, bisa pusing tujuh keliling katanya. Coba saja perhatikan; rumah sakit bersalin di Indonesia di Malaysia namanya Rumah Sakit Korban Laki2, berputar2 dalam bahasa Indonesia sama dengan berpusing2 dalam bahasa Malaysia, nah pusing kan?.
Itu baru dari segi bahasa, belum lagi "body language", misalnya saja;
Bagi kebanyakan pria dari negara2 Timur Tengah, memeluk tamu sesama pria saat bertemu dan pamit itu menunjukkan keakraban dan persahabatan. tetapi bagi pria dari mayoritas negara Eropa, kalau anda tidak ada momen khusus yang membuat anda terharu atau bahagia luarbiasa, jangan pernah sekalipun memeluk tamu sesama pria anda, kecuali kalau mau disebut atau dicurigai sebagai gay.
Lalu sikap banyak tersenyum dan berani menatap tajam lawan jenis bicara menunjukkan anda seorang wanita yang tangguh bagi kebanyakan bangsa Asia dan bangsa lainnya di dunia, tapi di beberapa negara Timur Tengah, seorang wanita bersikap seperti itu berarti anda memberikan makna yang negatif dan mengundang hal yang tidak pantas.
Di banyak daerah di Indonesia menjamu tamu yang kita anggap penting dengan memberikan hidangan itu wajib dicicipi oleh tamu tersebut walau sekedar seteguk air saja, karena tuan rumah akan merasa di hargai, kalau anda tidak bersedia menjamahnya berarti anda tidak menghargai atau bahkan menghina tuan rumah, tapi untuk beberapa etnis di negara Afganistan dan Pakistan, jika anda seorang tamu yang dianggap penting lalu dijamu oleh tuan rumah, berhati2lah dengan jamuan itu, karena saat anda menyantap hidangan itu anda sudah memberikan komitmen tidak langsung untuk bekerjasama atau membantu mereka, uniknya lagi; semakin lengkap dan wah hidangan tersebut memberikan tanda bahwa semakin besar harapan mereka kepada anda, akan tetapi jika anda tidak menyentuh hidangan itu, merekapun tidak tersinggung dan langsung memahami bahwa anda telah memberikan penolakan atas harapan dan permintaan mereka.
Jangankan dengan bangsa lain, di Indonesia sendiri antar etnis berbeda akan memiliki pemahaman yang berbeda, misalnya; jangan pernah menghidangkan bubur ayam sebagai jamuan makan siang kepada orang dari etnis tertentu misalnya, karena bubur nasi diasumsikan sebagai hidangan untuk orang sakit, tapi di tempat saya berasal (Jawa Barat), bubur nasi justru menjadi makanan alternatif di samping mie bakso, tuh kan berbeda?
Menurut Tubbs & Moss (1996), Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi. Sedangkan Gudykunst dan Kim (1992), memberi contoh komunikasi antar budaya sebagai berikut: Perhatikan kunjungan seorang asing yang menganut budaya bahwa kontak mata selama berkomunikasi adalah tabu di Amerika Utara. Bila si orang asing berbicara kepada penduduk Amerika Utara dengan menghindari kontak mata, maka ia dianggap menyembunyikan sesuatu atau tidak berkata benar.
Sesuatu yang sopan menurut suatu bangsa justru menjadi tidak lazim menurut bangsa lainnya, dalam proses pergaulan antar bangsa, perbedaan ini jika tidak dipahami dengan bijak kadang menimbulkan benturan budaya, dan dalam bahasa negosiasi dan marketing, benturan ini bisa bermakna batalnya prospek dan peluang bisnis akibat anda melupakan faktor ini.
Menurut TB Sjafri Mangkunegara (2007), ada 3 (tiga) dimensi budaya yang perlu dipahami oleh masing-masing perusahaan atau pihak yang bekerjasama. Yang pertama adalah masalah bahasa; kedua tentang perilaku sosial dan kebiasaan-kebiasaan tiap bangsa, dan ketiga adalah perbedaan budaya. Perbedaan budaya nasional dapat menyebabkan setiap bangsa memiliki perbedaan cara memandang ketika menghadapi persoalan yang sama. Karena itu dinilai perlu untuk mencari solusi bagaimana dapat dikembangkan upaya berbagi pemahaman tentang budaya masing-masing. Dengan demikian friksi aliansi bisnis dapat diperkecil.
Lalu bagaimana anda mensiasati perbadaan kultur ini dalam proses marketing dan tahapan negosiasi?, dalam banyak kasus kejelian anda mengetahui bagaimana latarbelakang kultur mitra anda dari bangsa lain menjadi kunci sukses dalam proses negosiasi, di samping itu memahami latarbelakang pendidikan dan konsep yang bersangkutan terhadap citra budaya dan nasionalismenya juga harus anda cari tahu. Sebagai contoh; orang Arab yang sudah lama menetap di Inggris misalnya cenderung sudah mengadopsi nilai2 kultur bangsa Inggris walau disatu sisi masih berpegang pada tradisi Arabnya, lalu domisili kotanya, jika mereka tinggal di ibukota negara atau kota besar di negaranya yang sudah taraf metropolitan, maka orang tersebut cenderung lebih terbuka menerima perbedaan budaya karena biasa berinteraksi dengan etnis lain atau bangsa lain dalam kehidupannya sehari2, dibanding orang dari bangsa yang sama tapi tinggal di ibukota propinsi atau kota kecil lainnya, mereka masih terikat pada kultur etnis dan bangsanya.
Seringkali terjadi kasus unik dalam proses saling mengetahui ini, ingin menghormati tamu malah hasilnya tamu anda merasa tidak dihormati. Misalnya saja anda sebagai tuan rumah berusaha menyenangkan rekan bisnis dari luar negeri dengan menyediakan jamuan makan malam dan hal lainnya yang membuat sang tamu merasa berada di negaranya sendiri saat berkunjung ke negara kita, anda buatkan steak dan salad untuk tamu dari Eropa dan menginap di hotel standar internasional dengan European foods serta mengajak hanging out ke resto atau cafe bernuansa western, lalu apa yang terjadi?, tamu anda malah kecewa, karena dia sebenarnya ingin mencicipi gado2, nasi goreng, meminum wedang jahe, kopi toraja, menonton tari kecak atau wayang orang, serta menginap di hotel yang bernuansa khas Indonesia yang penuh dekorasi rotan atau bambu khas daerah tertentu, tapi anda tidak menyediakannya atau mengajak yang bersangkutan ke tempat2 sesuai harapannya, dia mungkin tidak berkomentar atau marah, hanya terdiam dan menerima saja, tapi kalau anda jeli bisa membaca body language yang bersangkutan saat menerima jamuan anda, cara dia berkomentar tentang steak yang anda hidangkan misalnya, pasti ketahuan bahwa dia menginginkan sesuatu yang berbeda.
Tidak semua tamu orang asing selalu "home sick" saat berkunjung ke suatu negara, seringkali mereka ingin mengetahui keunikan budaya "host" yangg dia kunjungi, saya saja kalau travelling selalu penasaran dengan makanan unik daerah tersebut, saya sendiri yang saat ini di Aceh tidak mencari masakan sunda di Aceh saat makan, tetapi saya malah mencari gulai bebek, gulai iga sapi, mie aceh, kopi aceh yang khas karena butirannya sebesar pasir dan di saring saat diseduh. jadi sebaiknya anda klarifikasi dengan halus saat menawarkan jamuan makan atau berwisata, misalnya saja tanyakan kepada tamu anda; "ingin masakan seperti di rumah anda atau ingin mencoba keunikan masakan khas negeri kami atau kampung halaman saya?.
Lalu dalam membaca perbedaan2 bahasa dan body language juga demikian, sebaiknya cari tahu dulu sebelum bertemu dan meeting, supaya anda tidak kaget ketika tamu anda yang pria Arab memeluk erat anda (jika anda pria) saat bersalaman, atau sang tamu wanita menunduk atau memalingkan muka jika anda tatap, atau anda tidak merasa dilecehkan atau diragukan saat mitra bisnis anda dari negara2 Eropa menatap tajam anda saat bicara atau mengernyitkan dahi saat berpikir, itu maknanya berbeda dengan orang Indonesia saat bersikap sama.
Setelah memahami body language dan cara berkomunikasi lisan, anda juga sebaiknya memahami pemahaman bahasa, saat ini sudah umum meng-Inggriskan bahasa sendiri, sehingga ketika seorang korea menulis surat bisnis dalam bahasa Inggris kepada orang Indonesia, maka orang Indonesia memerlukan waktu sejenak untuk memahami maksud2 dalam kalimat tertentu, demikian juga sebaliknya, untuk mengatasi masalah ini selalu berkomunikasilah secara detail jika ada yang tidak dipahami, apalagi jika bertemu orang dari bangsa yang bukan native language bahasa tersebut, misalnya orang Korea bertemu anda memakai bahasa Inggris.
Terakhir, kadang orang punya persepsi tertentu tentang suatu bangsa yang dia akan kunjungi, perilaku menggenalisir keadaan juga merupakan habit banyak orang di dunia, ini dampak dari globalisasi informasi, jangan marah dan tersinggung jika menemukan realitas misalnya; orang asing merasa takut dan tidak nyaman saat berada di ruang publik walau di depan bundaran HI dan cafe megah sekalipun, karena dia memperoleh cerita tentang tingkat kriminalitas di Jakarta yang begitu tinggi, atau orang Indonesia tidak bisa dipercaya sehingga dia meminta garansi berlapis2 saat membuat draft kontrak bisnis. Jika menemukan mitra seperti ini tidak perlu anda sanggah atau merasa tersinggung, berikan fakta nyata bahwa kondisi faktual tidak seburuk imajinasi dia, lalau jangan ajak dia berkunjung ke tempat2 yang akan membenarkan asumsi dan image buruk tersebut, dengan melihat realitas yg ada, tanpa perlu anda klarifikasi image buruk tsb akan hilang dari benak tamu anda.
Tapi ada yg jadi bahasa internasional saat berkomunikasi, yaitu komitmen terhadap disiplin terutama tepat waktu dan konsisten, ini sudah bahasa universal sepertinya...
So, siap berinteraksi dengan mitra bisnis anda dari bangsa lain?, semoga tips saya bisa sedikit membantu anda, good luck
Subscribe to:
Posts (Atom)




