Friday, February 01, 2008

Spam Email Yang Bikin Kesal.....
By Deni Danasenjaya

(opini & kutipan artikel media)


Dear all,

Dalam beberapa bulan terakhir ini saya harus meluangkan waktu sekitar 15 menit hingga 30 menit setiap minggu untuk clean up my mailbox di yahoo mail, karena banyaknya brosur2 penawaran produk dan jasa yang datang dari berbagai penjuru dunia, belum lagi lokalan, adapendatang baru spammer nih, kaget juga, kalau sebelumnya spam dalam bahasa Inggris, sekarang ada spammer ala Indonesia, setiap hari ada puluhan katalog pelatihan, jualan baju, hingga jualan internet marketing ngajak jualan e-MLM, masuk tanpa permisi dan sulit distop kecuali ganti account email barangkali, untuk yang kagum dengan pola internet marketing berantai yang digembar-gemborkan bisa memperoleh income puluhan hingga ratusan ribu USD/bulan tapi produknya tidak jelas dan ujung2nya diminta beli e-book dan menawarkan lagi kepada orang lain via e-mail, harap berhati2, itu pasti bisnis spam, karena "pekerjaan" ini sudah mulai dikategorikan sebagai kejahatan.

Untung yahoo menyediakan fasilitas sortir email spam, di luar yahoo mail sudah 1 free email saya (telkom.net) yang jadi korban spam tanpa kendali, dan terpaksa harus saya lupakan, yang harus lebih diwaspadai adalah kegiatan spyware yang juga menyertai beberapa spam email ini, saya diberitahu teman agar jangan klik spam email yang secara bombastis menawarkan peluang income fantastis, karena mereka sudah menyiapkan alat pencatut data login kita saat meng klik email tsb, lalu untuk solusinya saya install anti virus untuk anti spyware.

Teman saya bahkan ada yang sampai di tegur manajemen gara2 official email dipakai untuk daftar anggota millis dan pribadi, sampai akhirnya tanpa diketahui asal mulanya, hadir puluhan email promosi dari berbagai tempat dan produk setiap hari, hingga akhirnya account email ybskt di suspend dan terpaksa ganti ID.

Please be carefull dengan penawaran2 promosi jasa perusahaan via email yang terlalu bersemangat, maksud hati menawarkan jasa dan produk demi ekspansi bisnis, bukannya omset bertambah, klien semakin banyak, dan profit mengalir ke rekening, gak tahunya malah mengalir gugatan hukum ke alamat kita ...!!!, mengirim email penawaran jasa tanpa permisi dan terus menerus membombardir email klien korban tersebut, sehingga korban pusing dengan mailbox-nya yang penuh oleh promosi, sudah dikategorikan sebagai kejahatan di beberapa negara.

Saya yakin para marketer di Indonesia tidak "senorak" para pemasar produk retail di luar negeri sono dalam promosi via email, for details, silahkan simak berita Kompas berikut ini:

2 comments:

abuyahya said...

Assalaamu'alaykum Wr. Wb.

Apa kabar, kang Deni?

Geuning kita teh banyak persamaan juga...

Saya lahir tahun 1967 tdk terlalu beda dgn kang Deni yang lahir 1969

Saya sekolah di Sekolah Umum (Astronomi ITB), tapi aktif di Lembaga Islam yaitu Wahdah Islamiyah (www.wahdah.or.id), tidak terlalu beda dengan kang Deni yang aktif di Hay-ah Ighaatsah 'Alamiyah (Saya pernah tinggal di Abha KSA dan kenal dengan salah satu Direktur Ighatsah di sana, DR. Abdullah Al Muslih, yang pernah datang juga ke Bandung waktu Seminar Internasional Mukjizat Al Qur'an tahun 1994)

Soal "polemik" e-mail spam di milis TDA kiranya hanya perbedaan sudut pandang saja, antara kang Deni sebagai "korban spam" dengan saya yang sedang "belajar internet marketing". Mohon agar kita tetap bersaudara, meski ada perbedaan pendapat atau posisi ;)

Sekian dan terima kasih,

Wassalaamu'alaykum Wr. Wb.

kangdeni said...

sama2 terima kasih, tapi anda harus hati2 juga, internet marketing kudu jelas produknya, kalau jualan e-book judulnya bagaimana anda kaya, dikasih lihat scan copy rekening dengan saldo puluhan ribu bahkan ratusan ribu USD, lalu untuk memperoleh itu semua anda harus kirim2 lagi ke semua orang, agar income piramida jalan itu e-MLM, dan tanpa sadar anda sudah di arahkan menjadi spammer.

Wass. - Deni