Saturday, January 31, 2009

Membubarkan Demonstran

Alkisah pada suatu siang yang terik, 3 sahabat sedang nongkrong di Starbuck Plaza Indonesia, mereka adalah Abdul seorang pekerja NGO’s yang sangat peduli pengentasan kemiskinan sampai2 tidak terasa sudah belasan tahun bekerja hasilnya tak jelas padahal entah sudah berapa milyar dana NGO’s mengalir ke situ, Nandang seorang Caleg Parpol terkemuka yang terkenal karena platform partainya membela wong licik eh salah maksudnya wong cilik, serta Betty seorang sekretaris direksi perusahaan tambang tembaga terkemuka yang menghasilkan emas.

Dari kejauhan mereka memperhatikan demonstrasi menuntut penurunan kembali harga BBM di bunderan HI, tergelitik karena demonstrasi itu menimbulkan kemacetan yang seharusnya tidak perlu terjadi di hari sabtu itu, maka ketiga sahabat ini kemudian bertaruh.

Abdul: gw tantangin elo pada sekalian kita nolongin orang2 yg terjebak macet gara2 demonstrasi itu
Nandang: maksoed lo?
Abdul: siapa diantara kita bertiga yang bisa membuat demonstran itu bubar secepatnya
Betty: ngapain kita?, suruh aja tu polisi yang berjaga nembakin gas air mata, bubar deh
Abdul: yah elo, itu mah anak kucing juga tau, maksud gw bubar dengan damai tanpa kekerasan
Nandang: boleh juga, trus kalo berhasil elo ngasih gw apa?
Betty : gimana kalo yg berhasil bubarin demo bisa makan dan minum gratis dibayarin sama yang kalah, setuju?
Abdul & Nandang : deals!

Lalu Nandang menjadi orang yang pertama kali melakukan aksinya, dia keluar dari Starbuck dan berjalan mendekati para demonstran, dengan PD dia dekati korlap aksi demo, tarik ulur bicara akhirnya korlap demo mengijinkan Nandang menyampaikan maksudnya kepada para demonstran
Nandang: saudara2, perkenalkan saya Nandang caleg dari partai peduli wong cilik, saya salut atas aspirasi anda semua, tapi saya prihatin dengan…..
Buk!!!
Ada botol aqua di lempar ke arah nandang disertai teriakan: mas!, dilarang kampanye, ntar ditangkap bawaslu baru nyaho loe! ini demonstrasi murni aspirasi rakyat, turun kamu!
Akhirnya Nandangpun menghentikan upayanya, daripada digaruk polisi yang berjaga2 di sana dipasal provokator, dia memilih kembali ke cafe
Gw gagal, kata Nandang dengan muka lesu

Betty: dasar caleg, ya dicurigai orang lah elo mau curi start kampanye, nih coba liat cara gadis cantik ini mempesona publik, dijamin dah mana ada segerombolan laki2 menolak permintaan perempuan cantik, liat nih…

Lalu Bettypun berlalu dan mendekati para demonstran, diapun bercakap2 dengan korlap yang ternganga2 mimpi apa dia semalam didatangin perempuan cantik, kemudian Bettypun dipersilahkan menyampaikan himbauannya.

Betty: saudara2 saya bukan caleg bukan aktivis, saya hanya warga masyarakat biasa, saya menghimbau agar saudara2 juga peduli dengan hak para pemakai jalan, coba saudara lihat di sekililing anda, jalanan jadi macet kan?
Demonstranpun bertepuk dan bersuit2 dengan ramai
Demonstran 1: mbak minta nomor HPnya donk
Demonstran 2: mbak pulangnya ke mana nanti ane anterin!
Demonstran 3: mbak ini siapa?, jangan2 artis yang jadi caleg juga ya?
Betty: bukan saya cuma warga negara biasa kerja di perusahaan tambang asing
Demonstran (serentak): ooooooo!, di perusahaan apa mbak?
Betty: PT Mak Moran di ….
Demonstran (serentak): turun!, kami gak mau dipetuahi sama kacungnya pencuri kekayaan alam negara, turun!, bisa2nya emas segunung dibilang tembaga, cantik2 gak punya hati nurani!, dan kembali botol aqua melayang ke arah Betty

Bettypun kembali ke cafĂ©, dia gagal, gw juga gagal nih, baru kali ini gw dikata2i orang segerombolan gitu, payah…
.
Abdul: hahahaha, ya elo pada, demonstran itu sensifitasnya tinggi, ketahuan kalian ini caleg dan pekerja perusahaan asing yang gak nasionalis, maka kalian langsung dicurigai mau memanfaatkan mereka, kalian ini payah, lihat nih gw pasti berhasil
Nandang: ya iyalah, kalo berhasil gak heran gw, karena elo pasti mempelajari trik kita yang gagal
Abdul: kagak, gw punya jurus ampuh yang sama sekali berbeda, liat aja

Lalu Abdul berjalan dengan sangat PD, dia kemudian mendekati korlap demo yang sudah mulai bete melihat ada orang ketiga dari arah starbuck yang bolak-balik mendatangi mereka.
Korlap Demo: kamu siapa lagi, mau usil?
Abdul: jangan begitu saudara saya tidak seperti teman2 saya
Korlap Demo: lalu kamu mau apa?
Abdul: saya pinjam toanya sebentar (sambil merebut toa dari tangan korlap demo)
Dengan PDnya Abdul berteriak lantang: “test-test-test 1-2-3 test-test-testing-testing percobaan!”, serentak semua peserta demo terdiam dan menatap ke arah Abdul.

Abdul: saudara2 perkenalkan saya Abdul, saya pekerja NGO's, saya bermaksud melakukan assessment atau pendataan kepada saudara2, saya tahu anda semua berasal dari daerah yang terkena dampak paling buruk dari krisis global dan menderita akibat mahalnya harga BBM, oleh karena itu organisasi kami akan menyalurkan bantuan bagi rakyat miskin dan saya di amanati donor untuk…

Kemudian Abdul melongo…. Tak sampai 3 menit berbicara, serentak para demonstran balik badan dan meninggalkan bunderan HI sambil bersungut2, tak terasa ada orang yang merebut paksa toa, orang itupun kemudian berlari menyusul para demonstran yang sudah meninggalkan lokasi, dari kejauhan dia mendengar orang2 itu masih saja bersungut2 dan menunjuk ke arah Abdul….

Xixixixi, paham gak pesannya?

5 comments:

kweklina said...

hihihi...pesan Abdul saya juga ngak paham!

Sukses selalu buat kang Deni!

Nelson Saragih said...

Kang...maaf agak kurang paham. Kalau nggak salah artinnya orang kita yang penting di bayat, di subsidi...trus masalah lainnya belakangan....betul ndak kang deny? :)

Thanks ya atas kunjungannya di blog saya.
Nelson Saragih
http://www.renungan-kristen.4christ.info

Kang Deni said...

Ini "humor garing" kaum "humanitarian worker", bahan renungan agar tetap amanah (apalagi sdh dibayar khusus utk pekerjaan ini, mustinya lebih fokus :) ).

Pertanyaan:
Knp Abdul saat berbicara di depan demonstran, mrk langsung pada ngacir?

Jawaban:
Masyarakat sudah kapok sama perilaku staf2 NGO's yg suka mengumbar janji saat survey lapangan, kadang ada yg lbh ironis dari itu. So, masyarakat yg jadi obyek survey bantuan NGO's sudah pada "enek" (melihat tingkah polah "oknum" NGO's)

Begitu, bahan instropeksi sambil mentertawakan diri sendiri.....

Monique said...

Waduh .... Mohon Maaf Kang.. Abdi mah teu ngarti ....


Balean Blog, Sex Education, Life Style, Technology

mommy adit said...

ikutan melongo...(seperti Abdul)